Home » All posts
Kerajaan Kioka
7/17/2016 08:52:00 PM Irsad Maulana
Manusia manusia yang masih hidup membentuk komunitas, lama - kelamaan menjadi sebuah keluarga. dari keluarga itu terbentuk pedesaan dan para anggota keluarga itu berpindah tempat dan membetuk pedesaan baru. Setelah banyak desa yang terbentuk semua orang kembali berkumpul dan membentuk sebuah kerajaan dengan seorang raja yang dipilih. Nama kerajaan itu adalah Kerajaan Kioka. Dengan raja pertama mereka Farlan Zaro Mahyan. Setelah 100 tahun berlalu, setelah raja Farlan wafat. terjadi perang saudara dan membuat Kerajaan Kioka terpecah dan menjadi beberapa kerajaan seperti touran, Zamine, Koka. Penduduk yang ingin tetap menjadi masyarakat kerajaan Kioka mereka pergi ke benua langit. tetapi setelah itu tidak ada yang tahu bagaimana keadaan mereka, apakah mereka berhasi atau binasa. karena tidak ada penduduk benua saat ini yang mampu pergi ke benua langit. Menurut legenda mereka menggunakan tehnik rahasia kerajaan Kioka yang saat ini belum diketahui dimana teknologi itu.
Keluar dan Berpisah
7/17/2016 08:24:00 PM Irsad Maulana
"Bagaimana kita keluar dari sini?", tanya tora.
"Kita bisa menggunakan bis sekolah. bagaimana?", jawab bu hinata.
"Lalu, apa kita punya kunci nya?", tanya yosino.
"Ada tetapi ada di dalam ruang kepala sekolah".
"Apa kalian siap?", tanyaku.
"hmm..", mereka menganggukkan kepala.
Kami langsung bersiap siap untuk pergi keruang kepala sekolah dengan tora yang ada didepan kami karena ia satu - satunya yang menggunakan senjata jarak jauh. Setelah masuk keruang kepala sekolah kami meminta bu guru hinata untuk mencari kuncinya. Setelah beberapa menit kami mendapatkan kuncinya. Kami langsung pergi kehalaman sekolah tempat bis sekolah berada. Selama perjalanan keluar kami melihat beberapa siswa yang selamat dan membantu mereka untuk keluar.
"Kami akan keluar dan mencari tempat yang aman, apa kalian ingin ikut?", ajakku pada mereka.
Mereka menganggukkan kepala berarti mereka setuju. Saat hendak keluar dari gedung sekolah, didepan pintu banyak sekali dari mereka. Ayano memberi tahu kami tentang mereka bahwa mereka hanya bereaksi pada suara yang keras.
"Sekarang siapa yang akan melakukannya".tanya Kak hana.
"Tentu saja, aku yang akan melakukannya.", aku mengajukan diri, tetapi yosino menghentikanku dan dimatanya terlihat sedih dan tak ingin kehilangan lagi.
"Jangan, aku akan ikut dengan mu!".
"Tidak perlu, aku akan baik-baik saja".
Aku berjalan menuruni tangga dengan berhati hati agar tidak terdengar suara yang keras. Dengan gemetaran dan ketakutan, aku berjalan diantara mereka dan mengambil sepatu yang tergeletak disana. Aku kaget saat salah satu dari mereka tepat berada di depanku, aku ketakutan dan berusaha agar tidak bersuara. Ternyata apa yang dibilang yosino benar, bahwa mereka tidak dapat melihat. Aku mengambil sepatu itu dan melemparnya kesamping, dan menghasilkan suara keras , mereka bergerak menghampiri suara itu. dikesempatan itu aku membuka pintu keluar, dan kami bergerak keluar.Tetapi saat menuruni tangga, salah satu dari kami senjatanya membentur pegangan besi tangga dan menghasilkan suara yang keras.!
"Lariiii...", aku berteriak mengisyaratkan untuk lari.
"Kenapa kau teriak, jika saja kau tidak teriak yang mendengar kita mungkin hanya disekitar kita saja.", Ayano marah padaku sambil berlari.
"Mustahil dengan suara sekeras itu tidak mungkin hanya disekitar kita saja". Buguru hinata ikut berbicara sambil berlari
Kami berlari kearah bus sekolah tetapi salah satu dari kami tertangkap mereka dan menjadi korban, dengan diikuti pacarnya. Saat hendak menutup pintu bus, terlihat segerombolan murid dan guru yang masih selamat, ternyata mereka adalah kelompok pak guru budo.
"Biarkan mereka.", Yosino menyuruhku.
"Kenapa? tidak bisa, mereka juga butuh bantuan" jawabku.
"Kau akan menyesal", yosino mengancamku dengan tatapan marah.
Setelah semua masuk kedalam bus. kita langsung berangkat dan pergi dari sekolah.
"Siapa yang menjadi pemimpinnya?". Tanya pak guru budo.
"Tidak ada, kita bekerja sama untuk bertahan hidup.", jawab kak Hana.
Sekali lagi yosino mengatakan " Kau akan menyesal", aku sempat berfikir kenapa dia membencinya. aku mengerti bahwa pak guru budo sangat licik, tetapi tak kukira ia sampai seperti itu.
"Itu berbahaya, kita butuh ketua tim untuk menjaga tim kita tetap solid." Ucap kata - kata pak guru budo
Setelah beberapa saat salah satu murid membuat onar dan mengatakan bahwa ia tak ingin satu bis denganku dan berusaha menyerangku, tetapi ia dapat dihentikan.
"Lihat kan, itu yang akan terjadi bila tidak ada ketua dalam tim kita." Ucap pak guru budo seperti nada ingin menguasai.
"Kalau begitu, aku yang akan menjadi leader nya". pernyataan diri budo.
"Hah, kau pasti hanya ingin jadi pemimpin kan?"sela ayano.
"Aku guru, dan masih murid, ayano. Sudah dipastikan, aku yang akan menjadi leader kalian."
Sulurh murid bertepuk tangan kecuali kami. dan tora ingin menembaknya tetapi ayano menghentikannya. Yosino merasa kecewa dan muak, dia langsung keluar dari bus. Aku berusaha menghentikannya, dan mengatakan hanya sampai dikota. Tetapi ada bus berkecepatan tinggi datang, ternya didalamnya semua orang sudah tergigit dan menjadi salah satu dari mereka. Aku menyelamatkan yosino dan kami terlempar masuk kedalam terowongan, karena kami tidak bisa keluar dan para zombie itu keluar dari bus yang terbakar, kami membuat janji untuk bertemu di kantor polisi diseberang jembatan.
Bertahan Hidup
7/16/2016 08:34:00 PM Irsad Maulana
"Apa yang kau lakukan?", tanya yosino menatapku.
"Aku akan turun dan menghajar mereka".
"Kenapa ? jika hiroto disini dia pasti akan mengatakan itu bukan hal yang bagus."
"Hentikan hiroto sudah mati, aku yang membunuhnya", jawabku dengan marah.
"Kenapa? kau membenci hiroto kan?, Karena dia berpacaran denganku kan?."
Aku tidak memperdulikannya dan bergegas membuka barikade nya.
"Hentikan, aku sudah kehilangan hiroto aku tak ingin kehilangan dirimu?". mintannya dengan menangis.
Akhirnya untuk pertama kalinya aku memeluk orang yang aku cintai. Aku mengatkan apa yang aku pikirkan dan menjelaskan keinginanku untuk tetap bertahan hidup. Akhirnya ia setuju, kami menggunakan rencana yang pernah kami gunakan saat darma wisata di tempat pemadam kebakaran. kami memanfaatkan tekanan air untuk menjaukan mereka dari barikade. setelah kami berhasil melakukannya, kami memgang kembali senjata kami dan bergerak turun kebawah.
Disisi lain teman kami, ayano dan tora yang berhasil selamat sedang berusaha untuk meneliti kemampuan mereka.
"Apa yang kita lakukan disini, kita harus meminta bantuan!", tanya tora pada ayano.
"Sedang mengmati mereka, memang kita ingin meminta bantuan di mana?", balas ayano.
"Pada guru!".
"Lihat...", ayano menunjukkan pada tora apa yang terjadi diruang guru. yang mereka lihat disana. Para zombie itu menyerang para guru, dan mereka berkumpul disana.
"lihat itu kan, kita tidak bisa meminta bantuan para guru maupun datang kesana".
"Kalau begitu kita telpon polisi".
"Apa kau bodoh? Dengar, jika kekacauan hanya disekolah kita pasti sudah mendengar sirine dari mereka tetapi kita tidak mendengarnya, berarti tidak hanya disekolah yang mengalami kekacauan kemungkinan diseluruh kota mengalami hal yang sama."
"Kalau begitu, kita harus bagaimana?".
"Dengar aku tidak ingin mati disini, maupun menjadi salah satu dari mereka. Ambil kain itu dan beri air pada kain itu."
"Untuk apa?", taro bingung.
"Sudah lakukan saja".
Setelah membasahi kain itu dengan air ayano melempar kain itu ke meraka, tetapi mereka tak bereaksi, kemudian ia lempar lagi dan diarahkan ke lemari besi disebelah mereka. dan mereka bergerak kearah suara tersebut. Sesuai pendapat ayano mereka tidak bisa melihat tetapi mereka bergerak mengikuti suara yang ada.
Ayano dan tora pergi ke ruang praktek sekolah untuk mencari sesuatu yang dapat digunakan sebagai senjata, mereka menemukan senjata yang dapat digunakan seperti penembak paku dengan angin. Setelah melihat senjata itu , tora seperti berubah ia tahu apa yang harus dilakukannya. Ia mengambil penembak paku itu, dan mengubahnya menjadi seperti senapan reffle dengan peluru paku. setelah mendapatkannya mereka pergi keruang guru dan menghabisi beberapa dari mereka. setelah mereka masuk mereka diserang oleh beberapa zombie. Ayano berteriak dan suaranya terdengar hingga keteling kami. kami mengikuti suaranya dan pergi keruang guru. sesampai kita disana kita bertemu dua orang lagi yang selamat yang juga sama - sama mengikuti suara teriakan ayano. Melihat ada 3 zombie disana kami menghabisi mereka. Kami lega karena pertarungan berakhir untuk sementara.
"Kita semua pasti sudah menganal bu Hinata , Mari kita mulai perkenalannya .Aku Hana ketua klub kendo, kelas 3 - E. Senang bertemu kalian!.", Kakak kelas kami memulai perkenalan.
"Aku Haruhiko, Kelas 2-B. Panggilanku Hal"
"Yosino anggota klub Bujutsu, Kelas 2-B"
"Taro, Kelas 2-B".
"Kenapa kalian senangnya berkenalan, kita akan mati lo". Kata ayano dengan ketakutan.
"Tenanglah , kita akan baik baik saja". Yosino berusaha menenangkan ayano."Dia ayano , kelas sama. 2-B.".
Setelah berkenalan kita beristirahat sejenak. Lalu kami menyalakan televisi. seperti dugaan kami kejadian ini tidak hanya terjadi pada kita tetapi diseluruh kota mengalami hal yang sama. Kami sempat berfikir apakah dunia akan berakhir seperti ini. Untuk itu kami harus segera memulai memutuskan apa yang ingin kami lakukan.
Kebangkitan
7/15/2016 06:23:00 PM Irsad Maulana